Jakarta, C&R Digital - Setiap pagi beragam program musik
menghiasi beberapa layar televisi untuk sekadar mempromosikan lagu terbaru atau
eksistensi si artis itu sendiri. Namun tidak bagi grup band asal Bandung (Jawa
Barat) The S.I.G.I.T, mereka tidak berminat untuk tampil di program musik yang
tayang setiap pagi hari. Meski sudah sering tawaran itu menghinggapinya.
"Konsepnya
masih belum sesuai dengan yang kita mau," ungkap Donar Armando Ekana,
drummer The S.I.G.I.T kepada C&R Digital di Studio 8 RCTI, awal pekan ini.
"Ya
gini lah kita pemain band sementara yang mereka sajikan itu musiknya minus one
dan lipsync yang musisinya bertingkah seperti main musik. Itu kaya sirkus sih
kalau buat kita. Jadi bukan kaya pemusik," lanjut Aditya Bagja Mulyana,
basis The S.i.G.I.T.
Bagi
mereka, saat manggung adalah saat dimana mereka sebagai pemain musik bisa
berekspresi mengeluarkan energi yang mereka punya. Bukan hanya tampil untuk
sekadar popularitas dan materi semata.
"Kalau
konsepnya kaya gitu (minus one & lipsync), agak sedikit janggal buat
kitanya. Lebih ke kepuasan sih," kata Donar.
0 komentar:
Posting Komentar